MANTAN TKW BERJAYA BERSAMA NASA

RTSImpian Bu Eka untuk memiliki sepeda motor membawanya menjadi TKW di Singapura, namun nasib membawanya kembali ke tanah air untuk berjualan sayur. Meskipun telah membanting tulang, kedua pekerjaan itu tidak kunjung membawanya mewujudkan mimpi. Tak disangka, nasibnya berubah drastis setelah mengenal NASA.

 

Pengalaman saat menjadi TKW memang sangat pahit untuk diingat. “Dulu saya tidak boleh sholat dan tidak boleh puasa, kerja benar saja dimarahin, apalagi kalau salah. Padahal gajinya juga tidak seberapa,” kenang Bu Eka. Ia pun dipulangkan gara-gara ketahuan sholat pada awal tahun 2012.

Sepulang dari Singapura, ia menikah dan pindah ke Jakarta mengikuti suami yang menjadi sopir pribadi. Sulitnya mencari lapangan pekerjaan membuatnya terjun dalam usaha dagang sayur selama tahun 2012 hingga 2015. Setiap hari ia bangun sebelum matahari terbit untuk mengambil dagangan di pasar induk untuk dijual lagi di pasar dekat rumah kontrakannya di Jakarta.

“Di rumah kontrakan, pernah saya suruh anak tidak keluar kamar hanya karena takut dia minta jajan, waktu itu saya tidak punya uang sepeser pun,” tutur Bu Eka mengenang masa sulitnya. “Saat itu kami bekerja lelah sekali, tapi uangnya kok tetap ngepas, bahkan buat bayar kontrakan saja kadang kurang,” kisahnya.

Menjajaki Bisnis NASA

Tahun 2016, di tengah paceklik yang ia hadapi, ia mencoba peruntungan dengan berbisnis NASA secara online. Suaminya tidak sepenuhnya mendukung karena khawatir ia akan kelelahan dan jatuh sakit lagi seperti ketika berjualan sayur. Tapi Bu Eka tetap maju berjualan produk NASA.

Perlahan dan penuh kesungguhan, Bu Eka merintis bisnis NASA. Bermodalkan empat produk NCX ia mulai mencari konsumen dari teman-temannya termasuk yang ada di Singapura. Dengan bimbingan dari Mbak Heni, uplinenya yang di Singapura serta bimbingan dari Mbak Zahrotun Khasanah, ia sedikit demi sedikit mulai mengerti cara menjalankan bisnis NASA. “Waktu itu sering closing orderan ke luar negeri dan ordernya jarang sedikit karena biar tidak rugi ongkir,” paparnya. Dari penjualan ke luar negeri, pernah sekali waktu dalam sebulan ia bisa mengantongi tujuh juta dari hasil berjualan saja.

Sadar dengan potensi bisnis yang ia jalani, Bu Eka mengaku tergerak untuk lebih serius di bisnis NASA. Ia beberapa kali ke Jogja untuk mengikuti NDO dan seminar-seminar lain guna memperdalam ilmu. Ia pun semakin sadar untuk mengembangkan jaringan. “Dulu saya ingin membuat home sharing, tapi tidak bisa karena jaringan saya kebanyakan dari luar daerah. Tapi hal ini bukan jadi halangan serius asalkan tetap intens komunikasi edukasi dan duplikasi ilmu. Asalkan kita dekat, erat, dan akrab, sejauh apapun pasti jaringan bisa dirangkul,” imbuhnya optimis.

Tak butuh waktu lama, bisnisnya mulai lancar. Kehidupan keluarga Bu Eka berangsur membaik. Hingga pada 2019 ia memutuskan untuk meninggalkan Jakarta dan memilih tinggal di Cilacap bersama keluarga.Sejak Bu Eka jadi stockist, suaminya memutuskan untuk berhenti menjadi supir pribadi dan memilih bahu-membahu bersama istrinya di bisnis NASA. Kini suaminya yang dulu sempat ragu justru punya peran yang sama pentingnya di bisnis NASA yang tengah mereka geluti. “Sekarang suami juga sering mengisi materi,” terangnya.

Kini Bu Eka sudah membawahi lima stockiest yang jaringannya  tersebar  dibanyak  daerah . “Alhamdulillah, hasil dari NASA tidak cuma bisa membeli kendaraan roda dua, bahkan kini kami sudah bisa membeli kendaraan roda empat dan rumah impian,” ucapnya senang.

 

EKA LUVIANTI | DIAMOND DIRECTOR | B.1557