PHK BUKAN AKHIR SEGALANYA

Itulah yang dialami Pak Agung di akhir tahun 2015 I silam. Pabrik tempatnya bekerja memberhentikan kontrak kerja 381 karyawan, termasuk dirinya. “Setelah surat PHK itu sudah saya saya terima, saya tidak tidur tiga hari tiga malam. Seperti orang linglung,”ungkapnya. Tentu tak mudah bagi Pak Agung yang sudah menghabiskan waktu 10 tahun menjadi karyawan. Selama ini ia dan istrinya merantau di Tangerang membanting tulang untuk dua anaknya yang harus terpisah dengan mereka.

Akan tetapi Pak Agung sadar, ia tak boleh berlama[1]lama dalam keterpurukan. Ia harus bangkit. Dengan tabungan yang ia miliki ia berniat membuka warung bebek dan ayam goreng. Tapi baru sehari ia buka, ia dipalak oleh preman setempat dengan tambahan banyak ancaman. Imbasnya, rencana bisnis kulinernya pun pupus.

Awal Baru Bersama NASA

Situasi mendesaknya memutar otak untuk kembali bekerja. Ia sempat berdagang pakaian dan kosmetik. Rupanya saat itu Bu Sulastri, istrinya, sudah tergabung menjadi member NASA, namun tidak maksimal dijalankan, padahal saat itu sudah banyak permintaan atas produk NASA. Ia pun menekuni bisnis NASA ini dengan keanggotaan milik istrinya. Menyadari ilmu NASA yang ia miliki masih belum mencukupi, sedangkan permintaan semakin tinggi, ia memberanikan pergi ke Jogja mengikuti Seminar Menembus Batas (SMB) dengan modal uang pinjaman dari upline.

Pulang dari SMB, Pak Agung membawa semangat baru. Ia kemudian gencar memasarkan produk sekaligus membangun jaringan. “Dulu cuma modal BB yang udah butut, saya juga sering keliling membagi brosur,” tuturnya berkisah. Namun ia mengakui, pengalaman berjualan online sebelumnya membuatnya melihat potensi besar di ranah itu.

Satu tahun berjuang penuh di bisnis NASA, ia pun sukses menjadi stockist. Penghasilan dari NASA sudah mampu memberikan rasa aman secara finansial. Istrinya pun memutuskan resign dari karyawan pabrik. “Ibaratnya sekarang istri jadi Menteri Keuangan dan saya Menteri Pekerjaan Umum,” terangnya sambil tertawa.

Kini ia telah menjadi stockist di Purwakarta membawahi 35 stockist. Penghasilannya kini mencapai kisaran angka 80 juta per bulan. Ia sudah membeli sebidang tanah, mobil, dan kini tengah berencana membuat toko. “Tapi hasil yang paling berharga dari NASA sekarang adalah saya bisa kumpul dengan keluarga, bisa selalu dekat dengan anak-anak, itu yang membuat saya selalu bersyukur, tak ternilai harganya,” ungkapnya sembari menahan air mata haru.

Mengingat perjalanan hidupnya, kini Pak Agung bisa bertutur, “PHK bukanlah akhir segalanya, jika kita jeli melihat kesempatan, maka PHK justru menjadi awal baru yang lebih baik,” pungkasnya.

 

AGUNG ADI NUGROHO | EXECUTIVE DIAMOND DIRECTOR | STOCKIST T.1263