// //
Terbatasnya Waktu Bukan Halangan

Waktu yang sangat terbatas tidak menjadikan Rudi menyerah begitu saja untuk mengembangkan bisnis NASA. Meskipun berprofesi sebagai seorang marinir, ia selalu mencari celah untuk memperkenalkan produk NASA.

Rudi mengembangkan NASA kapanpun dan dimanapun ia berada. “Saya mengembangkan bisnis NASA ini setiap saya ada di bis, saya prospek. Setiap orang yang duduk dengan saya, saya prospek disitu. Suka atau tidak suka, seneng atau tidak seneng mereka saya prospek tentang NASA,” tuturnya.
Hari libur pun tetap ia manfaatkan. “Saya setiap hari mengumpulkan daftar nama dari prospek-prospek bis yang saya daftar. Sabtu kan libur, nah itu saya kontak orangnya,” tambah lelaki yang hobi berolahraga ini.
Meskipun setiap hari bekerja, ia tetap gencar dan bersemangat melebarkan sayap NASA. “Saya pulang setiap hari itu jam 3 sore istirahat sebentar jam 4 langsung keluar ke tempat-tempat pertanian biasanya di sawah, di ladang untuk menawarkan produk NASA,”
Kegiatan penyuluhan pun intensif ia lakukan. “Kalau penyuluhan setiap minggu bisa dipastikan awal-awalnya 2-3 kali, waktunya sore habis maghrib. Kalau nggak begitu ya nggak berkembang NASA,” kata Rudi.
Selama mengembangkan NASA, Rudi mengaku tidak menemui kendala yang berarti. “Ya pokoke pertama kali kita bertemu kenalan, rumahnya dimana, ditanya ingin penghasilan banyak ndak, kalau tertarik baru kita bikin janji,” ungkapnya panjang lebar.
Meski waktunya sempit, Rudi selalu siap. Ia tidak pernah merasa jenuh untuk memberikan saran apapun kepada downline-downlinenya, dan ternyata hasilnya pun juga memuaskan. “Downline saya sarankan mengumpulkan kelompok tani, saya mengadakan penyuluhan sehingga downline motivasinya tetap konsisten. Saya kalau memotivasi downline saya ya saya melihat karakternya,” tutur Rudi tegas.
Rudi termasuk salah satu leader yang mempunyai hubungan dekat dengan para downlinenya. “Mereka itu bukan bawahan saya, tapi mereka temen saya. Jadi mereka itu saya a n g g a p a d e k , k a k a k , jadi kita lebih dekat dengan hubungan emosional. Saya juga sering sharing apa keluhan mereka,” paparnya.
Rudi seringkali membantu para downline. “Jadi saya sebisa mungkin membantu memecahkan keluhan mereka. Apa sih masalahnya. Kita adakan pendekatan,” tegasnya.
Baginya perjuangan merupakan kunci yang paling utama. “Kesuksesan itu tidak penting tetapi yang terpenting adalah apa yang kita perjuangkan,” katanya.

Perjalanan Bisnis NASA
Lelaki bernama lengkap Rudi Hari Susilo ini telah mengenal dan bergabung dengan NASA sejak perusahaan NASA berdiri. “Saya tau NASA dari pak Agus Wid,” kenangnya.
Awalnya pengembangan bisnis NASA masih dalam wilayah yang cukup terjangkau bagi Rudi. “Prospek sabtu minggu, kalau awal-awal saya masih sebatas di wilayah kabupaten Malang atau tetangga kabupaten, ya paling sampai Lumajang, Blitar,” ungkap Rudi.
Target awal Rudi dalam mengembangkan bisnis NASA adalah penjualan. “Ternyata di penjualan ini justru menghabiskan keringat, menghabiskan tenaga sehinga bonus itu tidak sesuai dengan yang saya harapkan,” jelas Rudi.
Pencerahan pun diterima Rudi. “Atas berkat bimbingan upline dan support dari para downline saya mulai mengembangkan sedikit demi sedikit jaringan,”
Namun ia juga pernah mendapatkan tanggapan negatif dari para rekan kerjanya. “Komandan saya pun sempat bilang bahwa kalau saya bisnis ini (NASA_ red), yang enak perusahaan. Setiap pagi saya pasti terima cemoohan dari temen-temen itu dibilang seperti pungguk merindukan bulan, bisnis tai kucing, bisnis ngibuli orang,” tambah lelaki kelahiran kota Malang tersebut.
Namun baginya cemooh tersebut merupakan sebuah batu loncatan. “Justru pada saat itulah yang menjadi motivasi saya. Saya akan biasa, saya akan tunjukkan kepada mereka,” kenang Rudi.

Sempat diprotes Sang Isteri
Meskipun hari sabtu dan minggu Rudi tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang mariner, namun waktu berlibur bersama keluarga masih saja kurang. “Hari sabtu dan minggu ini kebetulan kalau di kantor saya tidak ada kegiatan bisa saya pastikan jam 7 pagi saya sudah keluar untuk prospek,” cerita Rudi.
Di sela-sela waktu luangnya, Rudi memanfaatkan waktu untuk menawarkan produk NASA kepada kelompok tani bahkan ia selalu siap terjun ke sawah dan ladang. “Itupun pulangnya kadang-kadang jam 8 malam, itu saya lakukan rutin setiap hari sabtu dan minggu pasti saya keluar,” ceritanya.
Pekerjaan sampingan Rudi pun menuai protes. “Ya awal-awalnya isteri saya protes karena 90% waktu saya untuk keluarga sudah diambil untuk mengembangkan bisnis NASA,” terangnya.
Ayah dua anak ini pun meminta dispensasi kepada sang isteri. “Saya minta waktu 1 sampai 2 tahun. Maksimal 5 tahun kalau saya nggak berhasil di NASA saya tak keluar dari NASA untuk keluarga saja,” ungkapnya.
Semangat, ketekunan, dan kerja keras Rudi membawa hasil yang luar biasa. ”Setelah saya jalani 1,5 tahun mulai keliatan hasilnya. Bahkan sebelumnya di NASA 6 bulan pada saat pertama kali di NASA itu gaji saya sudah kalah 3 kali lipat waktu itu,” cerita lelaki berumur 44 tahun ini.
Meskipun menyita banyak waktu untuk keluarga, namun NASA membawa manfaat positif bagi keluarga Rudi baik dari segi materi maupun rohani. “Dulu sebelum gabung di NASA saya cenderung kuper, pendiam. Setelah bergabung di NASA pola pikir saya, karakter saya sudah berputar 180 derajat,” aku Rudi.
Sang isteri pun menambahkan perubahan yang terjadi pada Rudi. “Pak Rudi adalah seorang militer, orangnya keras. Senggol orang sedikit marah-marah. Kemudian ikut NASA jadi berubah. Dulu nggak bisa beli mobil sekarang bisa beli mobil, bisa mencukupi anak-anak,” komentar isterinya. (Fauzia)

2012-02-13
INDEX MEDIA