// //
Semua Distributor Bisa Menjadi “Dokter”

Dibutuhkan ratusan juta rupiah untuk menjadi seorang dokter. Belum lagi waktu belajar setidaknya 4-5 tahun di bangku kuliah. Namun hanya dengan biaya murah dan sedikit berlatih, anda bisa menjadi seorang “dokter”. Mendeteksi permasalahan kesehatan dan bisa merekomendasikan pengobatan yang sesuai.

Acc u p i n t t e s t e r 60. Inilah alat sederhana yang bisa membantu siapa saja menjadi seakan-akan seorang “dokter”. Prinsip kerjanya mengukur aliran listrik pada organ tubuh yang terhubung dengan syaraf pada telapak tangan. “Ada titik refleksi yang berhubungan dengan organ tubuh yang ada aliran listriknya, sehingga akan menentukan titik refleksi yang berhubungan dengan organ tubuh kita,” terang Agus Widianto.
Oleh karena itu alat ini mendeteksi kondisi organ dalam tubuh manusia hanya dari titik-titik refleksi yang ada pada telapak tangan. Penggunaannya juga sangat sederhana. Sensor yang berbentuk seperti pena ditempelkan pada telapak tangan kiri. Lokasi penempelan ujung alat ini berada pada titik refleksi tertentu yang berhubungan dengan organ yang diinginkan.
Pada layar akan muncul angka yang menunjukkan tingkat kesehatan organ. “Ada standarnya antara 0-15 artinya fungsi lemah, 15-30 normal, lebih dari 30 mengalami kelainan,” kata mantan tenaga medis sebuah Rumah Sakit di Malang ini. Ketika fungsi organ lemah, bisa jadi karena kekurangan nutrisi. Jika berada di angka lebih dari 30, bisa jadi organ tersebut menderita suatu penyakit.
Deteksi menggunakan alat ini sangat cepat hanya dalam hitungan menit atau bahkan detik dan akurasinya tergolong baik. “Setelah kita coba beberapa pasien keakuratan antara hasil diagnose dengan masalah yang dialami pasien cukup akurat,” yakin suami dari seorang bidan ini. “Karena ini alat sederhana memang tidak bisa 100 % tepat hasilnya,” kata Agus jujur.
Tentu saja jauh lebih akurat ketika pasien memeriksa kesehatan di laboratorium. Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Dengan alat yang harganya relatif murah ini “pasien” tidak perlu mengeluarkan biaya mahal bahkan bisa gratis jika memeriksakannya kepada distributor NASA.
Alat sederhana nan murah ini tidak hanya menguntungkan “pasien” tetapi juga para distributor yang menjadi “dokternya”. Distributor bisa mendeteksi penyakit, sehingga nanti lebih mudah meyakinkan konsumen. Ini menjadi modal besar untuk kemudian merekomen d a s i kan produk kesehatan berkualitas dari NASA. Dan tentu saja berujung pada semakin meningkatnya penjualan produk-produk kesehatan.
Keuntungan ini seperti ini telah dirasakan oleh Agus dalam beberapa bulan terakhir ini. “Alhamdulilah omset secara pribadi luar biasa, sebulan bisa diatas Rp. 5 - 10 juta sebelumnya hanya Rp. 300 ribu maksimal Rp. 1 juta saja,” kata Agus.
Untuk mendapatka alat ini, distributor dapat menghubungi leader terdekat. Bukan hanya alat yang didapatkan, tapi nantinya akan diberikan pelatihan. Sehingga diharapkan semua distributor NASA bisa menjadi “dokter” hanya dengan biaya rendah dan waktu yang singkat.

2012-02-13
INDEX MEDIA