// //
Pantang Menyerah dan Terus Melangkah

Meski pernah fakum, namun Riza tetap menggunakan produk NASA di lahan-lahannya. Produk NASA diterima dan dibutuhkan oleh banyak kalangan.

hal yang m e m b u a t Riza tetap k o m i t dan konsisten menjalankan bisnis NASA walaupun banyak rintangan yang dihadapi. “kehadiran NASA banyak dibutuhkan dan banyak diterima oleh masyarakat,” tegasnya.
Riza sempat vakum menjalankan bisnis NASA selama 3 tahun dan beralih ke usaha lain. Meski demikian Riza tak pernah sedikitpun meninggalkan NASA. “Saya tetap memakai produk-poduk NASA, cuma untuk keluarga saya sendiri,” cerita lelaki yang hobi travelling ini.
Motivasi Riza untuk kembali pada bisnis NASA karena bertemu dengan upline dan beberapa kali bersama upline diajak ke jogja untuk sharing dengan distributor yang lain. Hal tersebut memberikan motivasi bagi Riza.
Riza kembali bercerita tentang motivasi yang hingga saat ini terus diingat olehnya. “Jadi saya pernah bertemu dengan bapak Hana direktur utama NASA, saya diceritakan bagaimana pengalaman beliau. Disaat awal-awal beliau kuliah kemudian mengambil S2, mendirikan perusahaan-perusahaan, kemudian yang terakhir mendirikan NASA,” kenangnya.
“Jangan pernah berhenti, itu saja yang pernah beliau sampaikan,” tegas laki-laki berumur 36 tahun ini. Itulah satu hal yang memberikan Riza motivasi untuk tetap semangat menjalankan bisnis NASA.
Posisi diamond director kini telah diraihnya berkat kemauan dan kerja kerasnya untuk belajar. Selain itu mau dan rajin menghadiri berbagai pertemuan sangat penting untuk pengembangan bisnis. Dengan menghadiri banyak pertemuan Riza merasa timbul motivasi dan konsistensi yang luar biasa dalam dirinya.
Baginya kunci untuk mencapai apa yang dicita-citakannya adalah dengan terus melangkah, tidak pernah menyerah dan berhenti. “Bagi anda distributor awal yang sudah jalan tapi masih stagnan jangan pernah menyerah,” pesannya.
Berbisnis NASA ternyata lebih mudah baginya. “Setelah saya evaluasi lagi, lebih mudah menjalankan NASA daripada buka usaha baru,” ungkap lelaki bernama lengkap Muslih Riza ini.
Setelah bergabung dengan NASA kini Riza mampu menikmati manfaatnya. “Bergabung di keluarga NASA banyak hal yang saya dapatkan, motivasi, ilmu, teman, saudara, dan disamping juga dari sisi materi,” tegasnya.

Selalu lakukan evaluasi terhadap jaringan
“Dengan hubungan kekeluargaan yang saya diutamakan, dan ketika ada informasi menarik dari NASA, suatu saat mereka pasti akan pakai lagi,” tutur lelaki kelahiran Kediri ini.
Selain itu Riza juga kerap kali melakukan evaluasi terhadap jaringannya. “Mana saja yang bisa diajak, minimal mereka pakai produk NASA, jadi saya melihat komitmen dari jaringan itu dari pemakaian produk,” ungkap ayah dua anak ini.


Perlengkapan minim bukan halangan
Awalnya Riza merupakan distributor NASA yang hanya menjual beberapa produk, seperti POC, hormonik dan super NASA. Saat itu belum banyak yang menjalankan bisnis NASA. “Saya merasakan di awal-awal saya menjalankan bisnis NASA ini memang banyak sekali hambatan dan tantangan,” kenang distributor yang telah bergabung sejak NASA berdiri ini.
Riza menjalankan bisnis NASA dengan telaten. Dulu Riza berupaya menawarkan produk hanya melalui sebuah gambar. Namun perlengkapan minim tersebut ternyata mampu membantu meyakinkan para konsumen.
“Di awal saya belum menerima suatu hal apapun, saya tidak mendapatkan pengalaman-pengalaman. Apa yang saya dapatkan sekarang merupakan sebuah akumulasi dari proses, dari titik awal saya menjalankan NASA ini,” tutur Riza.

“Dicemooh itu biasa”
Konsekuensi menjadi distributor diterima Riza dengan lapang dada. “Dicemooh, khususnya dari keluarga sendiri, kadang pulang sampai jam 1-2 malam, tidak dibukakan pintu saat pulang malam itu satu hal yang biasa,” kenangnya.
Kini kondisi Riza menjadi berbeda. “Alhamdulillah dengan ketekunan, keyakinan dan kesabaran, sekarang keluarga ya total mendukung, bahkan sekarang malah juga ikut aktif dalam distribusi produk NASA ini,” Ungkapnya dengan semangat.
Rasa suka pun menyelimuti dengan profesinya sebagai distributor. “Sukanya ya kita bertemu dengan banyak orang dengan berbagai karakter, kita banyak belajar dari mereka. Dengan apa yang saya pelajari sampai perguruan tinggi ini ternyata tidak ada apa-apanya ilmunya dengan apa yang saya dapatkan dari bertemu dengan banyak orang itu,” Tegas Riza. (Teks: Fauzia, Foto: Dokumentasi pribadi).

2012-02-13
INDEX MEDIA