// //
JELI MEMBACA PASAR, OMSET PASTI LANCAR

“Yang paling penting adalah bagaimana caranya seorang leader juga mampu membukakan atau memberikan solusi terhadap potensi peluang sesuai dengan waktu yang ada, sesuai dengan kondisi yang ada, ” tutur Suwarno HS.


       Kerjasama antara leader dengan jaringan sangat dibutuhkan untuk menjaga omset bisnis agar tetap stabil dalam kondisi apapun. “Kalau jaringan dibiarkan asal jalan, ya otomatis mereka fluktuatif motivasinya,” jelas Suwarno, yang merupakan salah seorang leader asal Brebes Jawa Tengah.
Pertemuan rutin, serta pendidikan terprogram bagi jaringan merupakan strategi yang cukup ampuh mendongkrak motivasi. “Bagaimana caranya mereka mampu bertahan dan selalu menciptakan omset bagus dalam kondisi yang sulit,” tegas ayah tiga anak ini.
Inilah Trik keberhasilan Warno, sapaan akrabnya. “Selama ini memang yang kami rasakan dengan terus mengadakan pertemuan, pelatihan, ternyata berhasil untuk mempertahankan omset. Bahkan dengan pendidikan yang terprogram, di bulan ini saja omset sudah naik 100 persen,” tegasnya.
Selain itu bagi Warno mampu membaca segmen pasar adalah salah satu kunci utama untuk menjaga kestabilan omset bisnis. “Kita harus membaca segmen pasar, artinya pertanian terus bergulir meskipun masa tanam atau tidak, masa masuk sekolah atau tidak kebutuhan petani tetap berjalan,” tutur distributor sukses yang hanya lulus SLTA ini.
Pria yang berhasil memperoleh reward umrah ini pun mengungkapkan tips lain. “Kemudian juga membaca situasi. Seperti saat ini kita mau menghadapi bulan ramadhan, kita harus siap. Begitu juga saat masuk lebaran sekaligus masa sekolah ajaran baru,” ungkapnya bersemangat.
Seorang distributor harus mampu membaca peluang pada situasi yang kurang menguntungkan. Sebut saja ketika memasuki bulan ramadhan banyak masyarakat yang mengalami maag, perih lambung, dsb.
Kondisi tersebut membuat pria bernama lengkap Suwarno Hadisaputra ini tergerak untuk menaikkan omset dengan menawarkan produk beras merah. “Kalau di Brebes, omset beras merah akan meningkat 5 kali lipat pada saat bulan ramadhan/puasa. Jika dibulan biasa omset beras merah di Brebes 250 pieces, setelah memasuki kondisi tertentu seperti ramadhan dan lebaran, maka omset kita menjadi 1000-1500 pieces,” cerita laki-laki yang hobi jalan-jalan ini.
Meskipun produk-produk pertanian kurang diminati masyarakat saat menjelang bulan ramadhan. Warno tetap mampu menjaga kestabilan omset bisnis dengan mendongkrak produk kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kebutuhan harian seperti penghilang bau badan, sabun mandi, dan lulur merupakan produk yang menjadi peluang tingginya omset pada saat produk pertanian kurang diminati masyarakat saat musim kemarau. “Nah yang kita genjot kebutuhan sehari-harinya. Ternyata juga omsetnya luar biasa,” tutur laki-laki yang telah bergabung dengan NASA semenjak tahun 2004 silam.


Kendala pasti bisa diatasi
Berbicara soal bisnis seringkali tidak terlepas dari kesulitan. “Kendala yang sering dihadapi sebenarnya adalah bagaimana caranya untuk mempertahankan motivasi jaringan,” terang lelaki berumur 38 tahun ini.
Tinggi rendahnya omset tergantung dari seberapa banyak proses penawaran. Keadaan tersebut berkaitan pula dengan motivasi para jaringan dalam melakukan penawaran. “Yang terpenting adalah orang pinter disana harus selalu mencari solusi dan antisipasi agar proses penawaran kuat atau besar,” pungkas Warno.

2012-02-13
INDEX MEDIA