// //

UPSUS PAJALE

Urun rembug masalah UPSUS PAJALE ....

Presiden RI Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa Indonesia harus mampu mewujudkan swasembada padi, jagung dan kedelai pada tahun 2017. Sehingga dibuatlah program UPSUS PAJALE (UPaya khuSUS PAdi JAgung kedeLE)

Para ahli pertanian banyak yang skeptis terhadap rencana Presiden tersebut. Tidak mungkin target dapat dicapai dalam 3 tahun, jangankan swasembada, untuk peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (PAJALE) sebesar 5% saja sulit. Pada umumnya para ahli dalam melihat Pertanian Indonesia Masa Depan (Agriculture Outlook) menggunakan historical data atau data trend. Kalau kita menggunakan data trend dalam memprediksi pertanian masa depan, dapat dipastikan dalam 5 tahun mendatang tidak akan tercapai Swasembada PAJALE, dengan catatan program pembangunan pertanian berjalan seperti biasa-biasa saja (business as usually).

Dalam tulisan ini kami mengajak pemangku pembangunan pertanian di semua tingkatan dan para pemerhati pertanian harus optimis bahwa kita mampu mewujudkan Swasembada PAJALE Tahun 2017. Tentu saja rasa optimisme ini beralasan karena kami punya suatu teknologi yang bisa meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian. Peningkatan produksi kami rata-rata bisa mencapai 20 – 80 %  bahkan ada yang diatas 100 % tergantung dari jenis tanah, iklim, serangan hama penyakit, saprodi dan sumber daya manusia petani sendiri. Selain itu juga adanya “political will” dari pemerintah yang kuat terhadap pembangunan pertanian melalui dukungan anggaran yang sangat besar untuk membiayai swasembada pangan ini. ( Dana dalam jumlah besar dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara Perubahan (APBN) 2015 sebesar Rp 16,9 triliun ).

Inilah solusi teknologi kami untuk mendukung peningkatan produksi program upsus pajale, terutama pada tingkat pemeliharaan tanaman padi, jagung dan kedelai yang telah kami lakukan selama kurang lebih hampir 15 tahun dengan teknologi PIKAT NASA. Adapun teknologi PIKAT NASA yang digunakan untuk meningkatkan produksi PAJALE (Padi Jagung kedeLE) adalah SUPERNASA atau SUPERNASA GRANULE dan GLIO diberikan sebelum tanam atau pada pemupukan yang pertama, kemudian POC NASA dan HORMONIK disemprotkan pada umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam, bisa dicampurkan dengan pengendali hama organik seperti PESTONA, PENTANA, BVR dan CORRIN.

Akhirnya terlepas dari program tersebut, petanilah yang menjadi penentu akhir terwujudnya target peningkatan produksi pangan negeri ini. Keterlibatan semua pihak di sini, yakni pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, TNI, dan akademisi serta harus bersinergi dengan pihak swasta, tetap tidak bisa melupakan peran penting para petani. Oleh karena itu kita semua harus bersungguh-sungguh dan berkomtmen mendampingi petani dengan informasi, teknologi dan solusi-solusi kekinian terhadap persoalan yang dihadapi oleh petani, baik di on farm maupun off farm. Sehingga akhirnya petani dapat merasa dilindungi dan menjadi bergairah kembali dalam meraih produksi tinggi dan lestari.