// //

YANG SEGAR UNTUK BERBUKA PUASA

Bulan Puasa sudah di depan mata, dan kebetulan bulan Ramadhan Insya Allah jatuh di bulan kemarau. Bisa kita bayangkan betapa panas dan kering cuacanya, sedangkan pada malam harinya akan lebih dingin. Orang akan mencari sesuatu yang segar saat berbuka. Dalam berbudidaya pertanian momentum inilah yang sangat tepat untuk memilih tanaman budidaya…dan salah satunya Melon.

Melon sebagai pilihan tanaman budidaya kali ini dengan berbagai pertimbangan yakni cuaca mendukung, prediksi kebutuhan pasar tinggi sehingga harga akan cenderung baik, serta waktu panen yang singkat 80-90 hari. Dalam budidaya kita bisa memilih benih yang baik dengan memperhatikan kemasan yang masih tertutup rapi dan masa expired date nya sehingga daya kecambah tinggi.

Langkah kedua mempersiapkan pengecambahan benih dengan merendam dalam larotan POC NASA antara8-12  jam, dan ditiriskan dan diperam dalam koran yang cukup lembab selama 48 jam.Siapkan lahan penanaman dan ajir / tegakan untuk menyangga melon agar tidak menjalar di tanah, atau dengan cara menjalar namun perlu memperhatikan kualitas buah. Lahan dengan pengolahan yang baik dan pengapuran , kemudian dibentuk bedengan2 . Pengapuran dimaksudkan agar dicapai pH tanah yang ideal untuk pertumbuhan melon yaitu antara 6-6,5 serta pengocoran bedengan dengan 1 sdm SUPERNASA / gembor 10 liter untuk panjang bedengan 10 meter. Mempersiapkan pupuk kandang  yang matang 4-5 ton / ha dan mencapurnya dengan GLIO untuk mencegah benih jamur / bakteri yang merugikan, sebelum ditebarkan ke bedengan. Langkah berikutnya perawatan bibit yang telah berkecambah dipindahkan ke polibag kecil yang telah dicampur media+ PUKAN dengan GLIO , untuk dirawat lebih intensif dengan penyemprotan POC nasa 2-3 ttp  : HORMONIK 1 ttp / tangki 15 liter.Setelah bibit cukup besar mulai ditanam dilahan dengan perawatan, dan yang tak kalah penting adalah perawatan intensif dengan penyemprotan POC NASA 3-4 ttp : HORMONIK 1 ttp 1-2 minggu sekali hingga umur 11 minggu, dan mulai melakukan perempelan tunas air. Pemeliharaan tanaman tidak luput dari usaha mencegah serangan hama penyakit. Oleh karena itu penyiangan dilakukan untuk meminimalkan tanaman inang hama penyakit dan perempelan/ pemangkasan untuk mengurangi kelembaban agar tidak berjangkit serangan jamur.

Pemupukan tanaman dilakukan seimbang antara kebutuhan makro ( unsur N, P , K) dan mikro dan dilakukan tepat waktu sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman yaitu pupuk dasar, susulan I untuk fase pertumbuhan , dan II yang menuju fase produksi (bisa dicampur bersama POWER NUTRITION 4-5 kg / ha) Penjagaan buah perlu dilakukan untuk menjaga kualitas dengan cara memutar arah buah sehingga tidak hanya 1 sisi saja yang terkena sinar matahari, dan juga tidak gepeng (untuk yang di tanam tanpa ajir).Pemanenan dilakukan dengan ciri usia sudah memasuki waktu +/- 85-90 hari, dengan ciri daun tua sudah mulai kuning mengering, Net pada buat sudah maksimal, dan kadar gula sudah sangat tinggi. Untuk menjaga keawetan buah pasca panen hendaknya mengikutkan tangkai buah dalam bentuk T saat petik buah. 

Oleh : Ir. Syahriar Reza