SATU JARINGAN, SATU JIWA, GAPAI MIMPI BERSAMA

Tangguh dan yakin adalah kunci Pak Abdul Karim bangkit dalam kegagalannya. Sosok leader 37 tahun ini tidak pernah ragu dan menyesali apa yang terjadi padanya di masa lalu. Kegagalan yang terjadi berhasil ia konversikan menjadi pelajaran yang berharga untuk dirinya di masa sekarang.

 

Sebenarnya Pak Abdul Karim tercatat sudah aktif sebagai distributor sejak tahun 2003, saat ia masih di bangku kuliah di Malang. Ia bergabung di bisnis NASA sejak perusahaan masih sangat belia. Bersama dengan Pak Didik Wahyudi ia mengembangkan NASA di area Jawa Timur.

Saat itu ia berhasil mencapai peringkat Pearl Manager, bahkan ia berhasil menjadi stockist. Namun pada tahun 2005, Pak Abdul Karim mengalami cobaan hidup yaitu tertipu hingga ratusan juta rupiah. Ini membuatnya terpukul hingga ia memilih untuk vakum dari bisnis NASA.

Hingga suatu hari di tahun 2017, salah seorang tetangga memasang banner NASA di depan rumahnya “Melihat itu saya tergugah dan ingin berjuang kembali bersama NASA,”paparnya. Meski sudah punya pengalaman dalam bisnis NASA, Pak Abdul tetap ingin belajar dari awal. Dalam prosesnya ia rajin mengikuti pendidikan di kantor NASA. Ia juga gencar membangun jaringan yang baru.

Hingga di tahun 2019, ia bisa melihat masa depannya lebih cerah bersama NASA. Saat itu, Pak Abdul tercatat menjadi seorang PNS golongan 3C. Pak Abdul pun mulai menimbang harus memilih salah satu antara menjadi PNS atau berbisnis NASA. “Ternyata menjawabnya tidak sulit, NASA lebih menjanjikan. Penghasilan lebih besar, karir lebih cerah, dan yang paling penting hati saya lebih nyaman di NASA,” ungkap pria asal Lamongan ini.

Tahun 2019, ia pun resmi mengundurkan diri dari PNS dan sudah fokus mengembangkan jaringannya. Ia juga sudah membuka stockist centre di Lamongan.


Totalitas dengan Hati

Bagi Pak Abdul, membangun jaringan di NASA akan sulit jika dilakukan tanpa ada ikatan kekeluargaan. “Sangat penting menjalankan bisnis NASA dengan sepenuh hati. Perlu dekat secara emosional,” terangnya.

Itulah mengapa Pak Abdul mengaku rutin melakukan kunjungan silaturahmi ke tempat mitranya, dan begitu juga sebaliknya. Silaturahmi seperti ini akan mendekatkan secara emosi dan mencairkan komunikasi. Bagi Pak Abdul, sosok leader harus bisa menyampaikan pesan dengan baik kepada jaringan.

“Sebagai leader saya masih terus belajar untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Kita harus bisa menyampaikan tanpa mereka merasa digurui. Harus bisa memilih bahasa yang tepat agar ego mereka tidak terusik. Saya sampai sekarang masih terus belajar,”ungkap bapak dua anak ini.

Dalam mengelola jaringan, Pak Abdul selalu berusaha agar proses edukasi dan duplikasi dapat berjalan dengan baik. “Satu jaringan kalau bisa satu suara. Kalau sudah satu suara, satu jaringan bisa kompak dan solid. Lebih mudah menggapai mimpi bersama,” jelasnya lagi.

Pak Abdul adalah bukti bahwa NASA tidak menutup kesempatan bagi siapa saja, termasuk bagi mereka mitra yang dulu aktif dan kini tengah hiatus atau vakum. Kini Pak Abdul sudah meraih impiannya bersama NASA, kini ia sudah berhasil membangun Griya NASA, sebuah tempat pertemuan sekaligus kantor stockist dan stockist center, selain itu kendaraan beroda empat dan sebidang tanah juga menjadi pencapaian yang kini ia nikmati.

Saat mengingat perjalanannya untuk berjuang kembali di NASA, Pak Abdul kerap mengibaratkan dirinya seperti fosil. “Saya ini seperti fosil di NASA yang berusaha berjuang lagi. Hebatnya NASA tidak menutup pintu justru malah membuka lebar kesempatan itu. Saya tidak mau jadi penonton NASA menjadi besar go internasional, saya ingin menjadi bagian yang berjuang dan menjadi bagian karya anak bangsa yang membanggakan,” tutur Pak Abdul mantap.

 

ABDUL KARIM PRAWIRA UTAMA | EXECUTIVE DIAMOND DIRECTOR | STOCKIST SCS.291