KEHARMONISAN KELUARGA SEBAGAI TOLAK UKUR KESUKSESAN

Leader suksesSaat itu, Mbak Zahrolah yang memperkenalkannya pada bisnis NASA.“ Dulu awalnya malu-malu menjalankan bisnis ini. Sering di-bully sama teman-teman karena produknya banyak segmen dewasa,” ungkap perempuan 27 tahun ini. Namun hal itu justru membuatnya fokus berjualan secara online.

Ia mengaku, produk NASA memang sangat diminati di pasar online. “Saat itu hasil berjualan bisa untuk tambahan uang jajan, sama sesekali menraktir teman,” ungkap Mbak Hening senang.

Di awal ia merintis bisnis ini, Mbak Hening mengaku masih belum mempelajari sistem jaringan. “Waktu itu saya bahkan tidak tahu kalau saya udah peringkat Manager,”paparnya. Karena ia tak pernah sama sekali membina jaringannya, alhasil ia ditinggal banyak downline saat itu. Sampai suatu ketika ia mengikuti KDI dan KDI Plus, ia pun jadi melek bisnis dan mulai gencar mengembangkan jaringan.

Namun ia tak pernah putus asa mengembangkan jaringan dari nol. “Sukses adalah tanggung jawab saya, bukan downline saya. Saya tidak mau menggantungkan impian pada downline saya. Justru sayalah yang perlu mendorong downline agar bisa berhasil meraih impian-impian mereka,”ujarnya yakin.

Pembuktian Sukses Kepada Banyak Orang

Selepas kuliah, orang tuanya di desa memang menghendakinya untuk bisa menjadi bidan atau PNS. “Orangtua kan mikirnya kalau sukses itu ya PNS. Makanya dulu saya diremehkan ketika berbisnis NASA,”ungkap Mbak Hening. Tapi peluang menjadi bidan dan PNS waktu itu memang sangat terbatas dan persaingannya sangatlah ketat. Hal ini justru menyadarkannya bahwa bisnis NASA adalah jalan masa depannya.

Lulus kuliah kebidanan, lalu lalu pulang ke desa dan berjualan. Tak ayal waktu itu ia jadi bahan obrolan tetangga. “Dulu sering dibilang, bidan kok jualan produk jamu,” kisahnya. Namun Mbak Hening tak terlalu menggubris omongan tetangga, ia justru bertekad membuktikannya dengan hasil nyata. Di sisi lain, ilmu kebidanannya ternyata sangat berguna ketika ia presentasi menerangkan kualitas dan manfaat dari produk-produk NASA. “Orang-orang jadi lebih percaya, karena tahu saya punya ilmu kesehatan.”

Mbak Hening menjalankan bisnis NASA dengan tekun. Walau terkendala sinyal internet sekalipun. “Dulu tiap malam pasti saya sudah di dekat mushola ditemani ibu saya, cari sinyal,” tuturnya sambil tersenyum. Perlahan namun pasti, ketekunannya mulai membuahkan hasil. Jaringannya mulai tumbuh.

Lalu pada 2017, ia berhasil pulang ke rumah dengan membawa kejutan. “Waktu itu saya pulang membawa mobil Honda BRV baru. Orangtua saya kaget, lalu dari situ mereka baru bisa percaya dengan bisnis yang saya jalani. Mereka akhirnya ikhlas anaknya tidak jadi bidan atau PNS,” terangnya.

Dari hasil berbisnis NASA, Mbak Hening mengaku bisa membiayai pernikahannya sendiri. Suaminya, Bapak Joni Nugroho, Amd.Kep yang dulu juga tenaga kesehatan, sekarang juga fokus mengembangkan bisnis NASA.

Tak tanggung-tanggung, kini mobil, motor, dan aset tanah juga sudah telah ia miliki dari berbisnis NASA. Bahkan Mbak Hening sudah berhasil mendirikan Stockist Centre NASA di Pemalang. Mestinya tahun ini ia sudah bisa berangkat umroh ke tanah suci bersama keluarga, namun harus ditunda karena pandemi.

Meski sudah menapaki peringkat EDD, Mbak Hening mengaku masih menekuni agenda bisnis setiap harinya. Saya memimpikan jaringan saya juga bisa merasakan kesuksesan bisnis NASA,” pungkas ibu dari Muhammad Rama Arshaq Almaher ini.

 

HENING TRI UKIR INDAH S.ST

EXECUTIVE DIAMOND DIRECTORSTOCKIST R.1341