Kembalinya si Ajaib GLIO dan BVR PENYELAMAT PARA PETANI

glio bvrPengendalian hama secara biologi atau pengendalian hayati mendapat perhatian yang cukup besar di dunia pertanian saat ini. Kembalinya si ajaib GLIO dan BVR dari PT. NASA yang telah bersertifikat kembali dari komisi pestisida diharapkan dapat sebagai penyelamat para petani dari serangan hama dan penyakit tanaman.

 

GLIO dan BVR adalah salah satu agens hayati Gyang bisa digunakan sebagai pengendalian hayati atau biologi karena termasuk dalam kategori jamur antagonis ( jamur yang memakan jamur ) dan jamur entomopatogenik (jamur yang memakan hama ). Ada beberapa alasan mengapa GLIO dan BVR banyak menjadi pilihan untuk pengendalian hama penyakit dari pada organisme lain. Karena jamur GLIO dan BVR mempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi, siklus hidupnya pendek, dapat membentuk spora yang dapat bertahan lama di alam, bahkan dalam kondisi yang tidak menguntungkan sekalipun. Disamping itu, produk ini relatif aman, bersifat selektif, kompatibel dengan berbagai insektisida, relatif mudah diproduksi dan kemungkinan menimbulkan resistensi sangat kecil.

Keberhasilan pemanfaatan jamur GLIO dan BVR di lapangan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan (suhu dan kelembaban) dan jumlah spora yang disemprotkan. Di samping itu perlu diketahui biologi hama atau daur hidupnya agar waktu penyemprotan dapat lebih tepat. Produk ini tidak disemprotkan pada waktu matahari terik, sebaiknya diaplikasinya pada waktu mendung atau sore hari.

Viabilitas (daya hidup ) spora jamur GLIO dan BVR dipengaruhi oleh faktor suhu, kelembaban, pH, radiasi sinar matahari dan senyawa kimia seperti nutrisi dan pestisida. Hal ini penting untuk dipelajari, sebab syarat suatu patogen berhasil baik digunakan sebagai agensia pengendali hama yaitu harus memiliki viabilitas dan virulensi yang tetap terpelihara atau tinggi.

Mekanisme kerja Jamur Antagonis GLIO WP terhadap organisme lain dengan cara hiperparasitisme, antibiosis dan lisis atau kombinasi keduanya. Cara penggunaanya yang ideal dengan dicampur pupuk kandang yang sudah matang atau kompos, yaitu 1 dus GLIO WP (100 gr) dicampur dengan 30 kg PUKAN atau KOMPOS diaduk sampai rata, kemudian didiamkan selama 1-2 minggu. Atau dapat dicampur dengan SUPERNASA atau POWER disiramkan atau dikocorkan, ORGANINDO ditaburkan atau POC NASA, HRN, GREENSTAR atau FRUITOP disemprotkan.

Mari kita sambut kabar baik kembalinya GLIO dan BVR dari PT NATURAL NUSANTARA, yang merupakan salah satu jamur antagonis, Gliocladium sp, Trichoderma harzianum ( GLIO WP ) dan jamur entomopatogenik, Beuaveria bassiana ( BVR WP).

Sukses selalu untuk Anda para pejuang agrokompleks NASA! Semangat Pagi...!!

 

OLEH : IR. AGUS BUDI SETYONO   | KONSULTAN TEKNIS PERTANIAN HAMA PENYAKIT