PANEN MAKIN BERKILAU DENGAN PRODUK NASA

Budidaya kelapa sawit di lahan sawit kategori lahan pasir dan gambut memiliki tantangan tersendiri. Bapak Eko Zulkifli, SP, M.Sc dari tim NASA menelusuri hasil dari penggunaan pupuk organik NASA di perkebunan sawit dengan lahan pasir dan lahan gambut di Kalimantan

 

Kilau Panen di Lahan Pasir Kapuas

Kesaksian pertama didapat dari Pak Mahmud, pemilik kebun sawit yang berlokasi di Mantangani, Kapuas, Kalimantan Tengah. Usia tanaman adalah 4-5  tahun.  “Sebelum  kenal  pupuk  NASA,  saya pakai pupuk kimia biasa, tapi hasilnya kurang memuaskan. Setelah mencoba pupuk organic NASA untuk 2 hektar dengan NASA Granule dan Power Nutrition, ternyata banyak mengalami perubahan. Yang tadinya banyak muncul buah landaknya, kini sudah menghasilkan buah besar. Ini saya melakukan pemupukan tiga kali dalam setahun,” papar Pak Mahmud.

 

Di kebun Pak Mahmud, penampakan daun memang terlihat lebih hijau dan sehat. Nampak bahwa kandungan nutrisi dapat terpenuhi dengan baik oleh produk NASA. Perkiraan adalah 10 kg / janjang, dengan 20 janjang per tanaman per tahun. Dari hitungan ini bisa didapat 20 ton per hektar per tahun. Sedangkan hasil sekali panen ketika tidak pakai NASA adalah 1,5 ton, ketika menggunakan NASA angkanya bertambah menjadi 6 ton sekali panen,” imbuh pak Mahmud.


Peningkatan Panen di  Lahan  Gambut Palangkaraya

Kemudian di kebun sawit milik Pak Helen yang berlokasi di lahan gambut desa Bukit Batu, Kec. Dekanraya, Palangkaraya. Lahan seluas 6 hektar dengan usia tanaman 4-5 tahun tersebut pertama menggunakan NASA di tahun 2015. Dia mencoba di lahan seluas dua hektar yang pada saat itu belum berbuah. Dosis yang ia pakai adalah sesuai dengan petunjuk yang ada. Ia mengaku hasil yang ia dapat sangat memuaskan. “Dalam setahun hampir 80% pohon sudah berbuah.” ungkapnya.

“Penggunaan Power Nutrition dan NASA Granule juga membuat buah menjadi banyak, mengkilat dan besar-besar. Daun dan pelepah terlihat lebih hijau dan segar,” imbuh petani ini sumringah.

Secara angka ada peningkatan tajam yang dirasakan oleh petani sawit di lahan gambut. “Sebelumnya cuma dapat 1-2 ton saja, setelah menggunakan NASA meningkat menjadi 5 ton. Semua dicapai setelah penggunaan 5-6 bulan,” tutup Pak Helen senang.