PENJUAL ES MELESAT SUKSES BERSAMA NASA

Tiga tahun yang lalu, Ibu Nopi hanya jualan es buah keliling di Bali, kini tiba- tiba dirinya bisa berlibur bersama keluarga ke Jogja tanpa harus memusingkan biaya tiket pesawat. Apalagi kalau bukan karena ketekunannya menjalankan bisnis NASA.

 

Baginya, NASA adalah bisnis jaringan yang berbeda dari yang lain. “Saya pernah mencoba bisnis MLM lima kali tapi selalu gagal, baru di NASA saya berhasil, ini bukti bahwa NASA sangat adil dan potensial,” ungkapnya. Ia mengaku bahwa ketika pertama kali bergabung dengan NASA   orientasinya    hanya    berkutat pada   penjualan tanpa memikirkan bagaimana membangun sistem bisnis. “Hasil penjualannya memang banyak, tapi sangat melelahkan. Setelah saya ikut KDI dan pelatihan-pelatihan baru saya sadar bahwa membangun jaringan sangatlah penting,”  tuturnya.  “Saya  tak  pernah  malu bertanya, saya selalu japri ke upline untuk minta bimbingan,”tambahnya.

 

Pengalaman ini kemudian ia terapkan. Ia selalu terbuka untuk berbagi ilmu dengan para downline- nya, Ini  semua  dilakukan  karena ia  pernah mengalami  dan  merasakan  sendiri   bagaimana berada di fase downline tersebut. “Makanya saya selalu memotivasi mereka agar pencapaiannya bisa menyamai atau bahkan melebihi saya,” tuturnya. Posisi  EDD  ia  capai  dalam  waktu  yang  sangat singkat, mengingat ia pertama gabung NASA pada 2016 silam. Menurutnya pencapaian ini tak lepas dari pilihan hidupnya yang sederhana. “Saya nggak mau berlaku konsumtif, hasil dari NASA lebih saya prioritaskan untuk menambah stok agar distributor- distributor di bawah saya tidak kesulitan,” imbuhnya. Walhasil, ia tak pernah kehabisan stok yang dapat menyulitkan distributor di bawahnya.

 

Ia sengaja tidak segera membeli mobil atau benda- benda mewah yang memang belum ia butuhkan. “Saya lebih memilih menabung agar bisa segera jadi stokist, lalu nabung lagi untuk membangun stockist centre,” tambahnya lagi.

Buah dari strateginya ini membuat pendapatan dan peringkatnya langsung melesat naik. Ia juga berhasli melunasi semua hutangnya. Sekarang beliau tengah memprioritaskan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Anak pertamanya kini telah masuk kampus penerbangan di Yogyakarta. Suatu hal yang tak pernah terbayangkan oleh seorang ibu yang sempat di-PHK tanpa pesangon di Kuta Bali.