Sukses Bisnis NASA Mengajak Keluarga

Baginya, sukses tanpa mengajak orang lain tak akan ada artinya. Apalah arti sukses jika melihat keluarganya kesulitan ekonomi. Itulah mengapa Mas Adhitya juga turut menggandeng dua kakak dan satu adiknya untuk merasakan sukses di bisnis NASA

 

Berbekal ijazah SMK ia berangkat meninggalkan  Banjarnegara  untuk  bekerja di Cikarang, tepatnya di pabrik elektronik.

Namun, belum ada sebulan bekerja, ia harus menemui  masalah.  Ayahnya  jatuh    sakit.  Ketika ia mengajukan izin untuk menengok ayahnya, perusahaan tak mengijinkan. Ia pun tetap ngotot untuk pulang, tetapi sesampai di rumah, ayahnya lebih dulu kembali pada Yang Maha Kuasa.

Kesialannya tak sampai di sini saja. Di akhir bulan Mas Adhitya dipecat dari pekerjaannya. Alasannya, karyawan baru tak boleh izin. “Itu membuat saya menyimpan dendam, saya harus membuktikan bisa sukses dengan cara lain,” ungkapnya. Ia pun pulang ke Banjarnegara dan bekerja di peternakan dan kadang juga menjadi buruh bangunan. Saat itulah ia berkenalan dengan bisnis NASA.

Ia pun mulai giat menjalankan bisnis ini sebagai sambilan pekerjaan utamanya di peternakan ayam. “Dulu sampai larut malam saya pasti ke Telkom mencari internet, demi memasarkan produk-produk NASA,”ujarnya. Ia juga ingat sering sekali ia datang untuk ikut dalam home sharing yang memang sering  diadakan  di  jaringan  Banjarnegara.  “Saya juga  akhirnya  menduplikasi  cara  ini.  Saya  buat home sharing untuk jaringan-jaringan saya. Ini supaya transfer ilmu dan kemampuan bisnis bisa terus meningkat. Yang tak kalah penting juga untuk silaturahmi,” tuturnya.

Sejak aktif di 2015, ia merasakan banyak sekali perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Secara finansial, peningkatannya sungguh luar biasa. Di awal bisnisnya, ia banyak mengeluarkan uang untuk membantu keuangan ibu dan menyekolahkan adiknya.   “Bersyukur,   sekarang   sudah   ada   dua mobil, bisa beli tanah juga, selain itu juga bisa mempekerjakan 5 admin” ujarnya sumringah.

Tapi ia tak mau sukses sendiri, dua kakak dan adiknya kini juga sudah turut merasakan enaknya berbisnis NASA. Ia yang masih berusia 22 tahun harus pandai-pandai memposisikan dirinya dalam keluarga dan bisnis. “Kalau di NASA saya memang leader bagi kakak-kakak saya, tapi kalau di luar urusan NASA tentu saya manut mereka,” ungkap pria yang masih bujang ini.

Kini dua kakak dan adiknya sudah tak lagi terikat dengan kerja yang harus menyita waktu. Kondisi keuangan keluarga juga sudah sangat membaik. “Sekarang kumpul keluarga enggak perlu nunggu setahun sekali,” ujarnya senang.

Mas Adhitya kini masih terus berusaha menjalankan bisnis ini sebaik mungkin. Ia punya impian untuk mengajak lebih banyak lagi orang untuk bisa merasakan kebahagiaan yang ia dapat dari NASA. “Alhamdulillah  sekarang  jaringan  di  bawah  saya ada  18  stokist,  semoga  bisa terus berkembang,” tutupnya senang.