NANO TECHNOLOGY

Seminar dimulai pukul 08.00 WIB yang diawali dengan sambutan Direktur Utama PT NASA, Ir. Hana Indra Kusuma, MP. Pada sambutannya, beliau kembali memaparkan pentingnya adaptasi bisnis untuk mampu bertahan di era digital saat ini. Selain itu, beliau juga menyinggung tentang peranan NASA untuk bangsa Indonesia sebagai perusahaan yang telah siap untuk menyongsong hari depan. Dua pembicara yang dihadirkan pada seminar kali ini sendiri adalah contoh bukti kesiapan NASA.

 

Pembicara pertama adalah Dr. Kinik Harsono, MPd. Ked, yang membedah potensi obat herbal. Pada kesempatan  kali  ini,  beliau  menuturkan  banyak hal terkait kesehatan di masa sekarang. Penyakit di dunia menurutnya telah mengalami perubahan yang luar biasa. Sifat penyakit telah berubah dari yang dulu lebih karena faktor eksternal, kini justru lebih bersifat degeneratif. Artinya penyakit yang paling banyak menggerogoti BPJS sebenarnya adalah penyakit yang diakibatkan oleh penurunan kualitas sel dalam tubuh. “Penyakit-penyakit ‘zaman now’ ini juga mestinya ditangani dengan cara yang sudah beradaptasi juga,” ucapnya.

 

Menurutnya, pola pengobatan dengan perawatan medis kimiawi kerap kali hanya menyasar rasa sakit, tanpa menyembuhkan sumber yang sakit. Hal ini tentu berbeda dengan paradigma herbal yang dianut NASA. “Produk herbal bekerja secara gotong royong untuk meningkatkan kualitas sel, menyeimbangkan sel-sel tubuh, dan memberi kesembuhan yang teruji empirik. Bukan hanya perkara statistik,” imbuh Dr. Kini yang disambut tepuk tangan peserta.

 

Seminar berlanjut dengan pemaparan Prof. Dr. Nurul Taufiqurochman, M.Eng. PhD dengan tajuk “Indonesia dalam Perspektif NANO Teknologi”. Ia memulai dengan menjelaskan apa itu Nano. “Nano itu ukuran, 1 meter dibagi 1 miliar, bayangkan seberapa kecil itu. Lebih kecil dari rambut yang dibelah tujuh,” tuturnya. Ia melanjutkan dengan memaparkan pentingnya teknologi Nano dalam dunia medis saat ini. Teknologi Nano bisa mudah diserap tubuh, dan sudah jadi standar untuk memasarkan produk di negara maju.

“Indonesia punya potensi luar biasa untuk menggempur   pasar   global   dengan   teknologi Nano herbal yang sudah mulai menjadi tren di dunia. Bersama NASA tentu hal ini bukanlah tidak mungkin,” tutur Prof. Nurul yang disambut positif oleh peserta.

“Potensi ini sekaligus meningkatkan nilai jual dari bahan baku yang melimpah di Indonesia. Indonesia ini  kalau  potensi  lautannya  ikut  dihitung,  maka dia  jadi  negara  dengan  keanekaragaman  hayati no.1 di dunia dan mengalahkan Brazil. Bayangkan jika  manfaat  dari  kekayaan  hayati  ini  bisa  di-nano-kan, tentu efeknya luar biasa. Baik dari sisi ekonomi maupun manfaat untuk umat manusia,” imbuh Peneliti teknologi Nano yang telah banyak mendapatkan penghargaan ini.

“Jadi intinya, Bapak, Ibu dan semua yang hadir, bisnis NASA ini sudah on the right track, kita sudah siap menyongsong tantangan pasar internasional,” ujar moderator menutup sesi pertama sebelum jeda ishoma.

 

Selepas istirahat, peserta kembali bersemangat untuk menerima materi berikutnya. Selanjutnya adalah pemaparan tentang propolis dan kajian ilmiah tentang Nano Propolis, materi ini disampaikan dengan cukup detail oleh Dr. Etik Mardliyanti, M.Eng. Lalu  dilanjutkan  dengan  bedah  produk  Sunpro oleh Bapak Nuwenda Novan Maulana, M.S. Selama seminar, peserta tampak sangat antusias, terlihat beberapa di antaranya terlihat memegang buku catatan dan pena.

 

 

Materi seminar hari itu ditutup dengan penyampaian tren kecantikan kekinian oleh Sofia Sari Dewi, seorang   konsultan   kecantikan   yang   berkantor di Jakarta. Ia memaparkan bahwa gejala global menunjukan bahwa ada kecenderungan konsumen kini menyukai produk yang sifatnya natural atau alami. “NASA dengan produk herbalnya tentu sangat cocok untuk tren zaman now yang gemar go back to nature,” ujarnya.

Para peserta tampak puas, terlihat dari ekspresi wajah mereka yang terpenuhi materi penuh gizi pada hari itu. Motivasi mereka untuk sukses bersama NASA jelas semakin terpompa. Terbukti dengan pengakuan Pak Sahar salah seorang distributor yang datang dari Ambon. “Ini seminar yang sangat luar biasa ya, selain mendapat ilmu yang berguna untuk berbisnis, saya juga semakin bersemangat untuk meraih pencapaian lebih. Jelas rugi bagi siapapun yang melewatkan seminar ini,” ungkapnya mantap.