// //

KEBUN PISANG KINI DAN NANTI

Saat berbuka puasa alangkah sedapnya tersedia kolak pisang siap santap. Segarnya benar benar mak nyus. Namun belakangan ini seperti pisang pisang Pontianak, pisang barangan Medan atau atau pisang lokal lainnya seperti menghilang, bisa jadi karena kebutuhan yang meningkat atau ketersediaan pisang yang berkurang.

Banyak buah pisang kita yang dikelola secara tradisional, pemupukan yang jarang dilakukan dan lebih sering tidak dikelola secara apa adanya . Ada beberapa perusahaan yang mengelola pisang pisang yang memiliki nilai nominal yang menguntungkan. Namun lebih banyak petani petani pisang yang dikelola secara tradisional.

Lalu kemana hilangnya pisang pisang tradisional kita ini.. ?

Ternyata setelah ke lahan maka banyak dijumpai di beberapa daerah  tanaman pisang yang mati dengan gejala gejala, seperti bila buah pisang dipotong pisang keluar lendir, berwarna keabu abuan sampai kecoklatan, jika buah terserang maka didalamnya buah telah busuk berwarna kuning kemerahan.

Gejala gejala ini disebabkan oleh penyakit yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum  atau yang sering dinamakan penyakit layu bakteri pada tanaman pisang.

Inilah penyebab penyakit layu pada pisang, atau lebih dikenal penyakit pisang darah, karena bila batang pisang terserang maka akan terdapat lingkarang pada batang yang berwarna kemerahan. Bakteri  Ralstonia solanacearum inilah yang merugikan petani dan pekebun pisang hingga menyebabkan kerugian dan belum ada varietas atau jenis pisang yang tahan terhadap serangan penyakit pisang darah ini.

Namun, seiring perkembangan ada beberapa cara untuk mencegah perkembangan penyakit bakteri ini seperti  : 

  1. Jangan memindahkan bibit pisang dan tanah yang terserang ke daerah pertanaman yang lain.
  2. Gunakan bibit pisang yang bebas penyakit (dari daerah yang bebas penyakit darah atau dari kultur jaringan)
  3. Pembungkusan buah pisang beberapa saat setelah jantung keluar
  4. Sanitasi lahan, tidak menanam pisang pada lahan bekas terong, cabe, tomat.
  5. Mensterilkan alat yang digunakan bercocok tanam
  6. Perbaikan drainase air untuk mengurangi kelembaban tanah
  7. Pemusnahan tanaman pisang yang sakit dengan cara dibakar
  8. Memotong siklus patogen dengan rotasi tanaman paling tidak selama satu tahun

 

Lalu gejala gejala yang muncul oleh penyakit darah ini bagaimana ?

Gejala tanaman yang terserang penyakit darah:

  1. Daun menguning mulai dari daun yang muda
  2. Jika pisang dipotong, atau batang dipotong keluar lendir berwarna putih keabu-abuan sampai kecoklatan
  3. Jika terserang buah masih terlihat normal tapi jika dibuka maka buah pisang telah busuk berwarna kuning kemerahan
  4. Tangkai buah buah juga terjadi perubahan warna
  5. Batang pisang bila dibelah akan didapatkan lingkaran kemerahan  hingga kecoklatan.

Telah lama dikenal Corynebacterium dikenal untuk membasmi bakteri antagonis, dan sebagai agensia hayati alami yang berbasis bakteri. Dengan teknologi PT NATURAL NUSANTARA, mempersembahkan CORRIN dalam bentuk serbuk berat 100 gram, setiap kotaknya. Dengan kandungan Corynebacterium mampu mencegah, melawan dan melindungi pisang dari serangan penyakit darah yang disebabkan oleh bakteri  Ralstonia solanacearum .

 CORRIN tersedia dalam bentuk serbuk yang bisa disemprotkan atau dikocor pada tanaman, alangkah baiknya dikocorkan sebelum serangan penyakit darah ini merajalela dilingkungan kita. Ada pameo mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain penyakit darah ini, CORRIN dapat mengatasi penyakit kresek atau hawar daun pada padi, Blas dan juga bercak daun. Juga penyakit layu pada sayuran dan akar gada pada kubis.

( dari berbagai sumber )