// //

Penguraian Bahan Organik

TAHUKAN ANDA :

Proses Penguraian (Dekomposisi) Bahan Organik di Air Budidaya Perikanan

Bahan organik adalah material yang berasal dari mahluk hidup yang masuk ke air budidaya yang berupa pakan, ikan atau tumbuhan yang mati dan lain-lain. Bahan organik tersebut akan mengalami penguraian yang dilakukan oleh bakteri pengurai. Proses penguraian tersebut terjadi dalam dua jenis proses yaitu :

Penguraian di Air (bagian yang mengandung oksigen).

Limbah organik yang ada di air akan dimanfaatkan dan diurai (dekomposisi) oleh bakteri aerobik (bakteri yang memerlukan oksigen). Pada proses ini makin banyak limbah organik yang masuk ke air, makin besar pula kebutuhan oksigen bagi bakteri yang mendekomposisi, bahkan jika keperluan oksigen bagi mikroba yang ada melebihi konsentrasi oksigen terlarut maka oksigen terlarut bisa menjadi nol dan bakteri  aerobpun akan musnah digantikan oleh bakteri anaerob (bakteri yang tidak memerlukan oksigen) dan fakultatif (bakteri yang bisa hidup pada kondisi ada maupun tidak ada oksigen). Kondisi tersebut dapat mengganggu bahkan mematikan ikan yang kita budidayakan. Oleh karena itu harus dilakukan pengedalian masuknya bahan organik ke kolam budidaya. Misalnya dengan memberikan pakan sesuai kebutuhan atau kemampuan ikan mengkonsumsinya.

Penguraian di Lumpur (bagian yang tidak mengandung oksigen)

Limbah organik yang masuk ke bagian yang tidak mengandung oksigen akan dimanfaatkan dan diurai (dekomposisi) oleh bakteri anaerob atau fakultatif yang hasil akhirnya adalah sel-sel bakteri baru dan senyawa-senyawa CO2, NH3, H2S, dan CH4 serta senyawa lainnya seperti amin, PH3 dan komponen fosfor.

Asam sulfide (H2S), amin dan komponen fosfor adalah senyawa yang mengeluarkan bau menyengat yang tidak sedap, misalnya H2S berbau busuk dan amin berbau anyir. Selain itu telah disinyalir bahwa NH3 dan H2S hasil dekomposisi anaerob pada tingkat konsentrasi tertentu adalah beracun dan dapat membahayakan organisme lain, termasuk ikan.

Selain menghasilkan senyawa yang tidak bersahabat bagi lingkungan seperti tersebut diatas, hasil dekomposisi di semua bagian badan air menghasilkan CO2 dan NH3 yang siap dipakai oleh organisme perairan berklorofil (fitoplankton) untuk aktifitas fotosintesa yang menghasilkan oksogen di air.